NYANYI

Jumat, 17 April 2015

Desa Tlogo kini...wajahmu..

"Mata yang dulu berbinar manja menikmati hijaunya hamparan ini..
kini hanya bisa merasakan dampak dari sebuah tragedi yang ditakuti
perih dari deru debu yang setiap kali menghantui terhempas oleh pasukan korban kemunafikan jaman..
Semakin lama bingkaimu pucat dan kamipun hanya bisa meratap tak mampu menghujat mesin mesin laknat..
Apakah ini sebuah project infrastrukturasi yang toh tak begitu membawa efek tranformasi
Anda terlalu congkak merampas kehidupan dan menampar muka kaum minoritas di setiap sisi
Walau bukan hak kami paling tidak anda punya nurani untuk mengerti..
Sebentar lagi mungkin gaung suara katak semakin sayu kudengar lagi..
Canda gerombolan para penyebar biji padi sudah asing ditelinga pergi
..Anda telah menciptakan kenangan yang mati dalam jiwa kami..
''itulah sekelumit ungkapan dari seorang kawan..di Account sos med..nya
dampak yang didapat semenjak "Reaktivasi" Jalur KA Tuntang-KedungJati..yang sudah dimulai beberapa bulan yang lalu
Kita hanya menunggu dan menanti seperti apa hasil akhir dari "reaktivasi" ini
disisi lain dampak yang diperoleh warga sekitar adalah Debu dan Inspa..kita harus memakai masker jika dan kacamata jika tidak ingin kena polusi. kasihan anak anak sekolah yang terkena dampak,setiap hari mereka dengan lugunya melewati area tanpa rasa takut dan khawatir ,sembari bersenda gurau...terdapat juga anakku yang sudah kuajarkan untuk memakai masker namun sudah kena dampak ...aku mesti mengadu...kasihan dia sudah terkana sesak nafas jika pulang dr sekolah dengan menangis...tersedu sedu dikamar" kutanya kenapa nak '''aku tadi sesak nafas,'pa,kulihat lingkar matanya membiru ..aku terkejut...tak cuma  sekali ...dia seperti ini...
ini mesti diperhatikan dan dicari solusi selain Kompensasi "yang sampai sekarang belum terdengar ada dan tidaknya...
musti Bagaimana...

Tidak ada komentar:

Reuni-an

SETHENGIK  Edisi reunian obrolan Si Gombreng dan Bronjol GOMBRENG : Wah reunian ki seneng lo.njol  BRONJOL : reunian ?..seneng ?..apan...